Senin, 16 Mei 2011

CIRI-CIRI AWAL SAKIT JANTUNG,,

NAMA : Ratty Zulaikha
NPM : 12108358
Tugas : #Bahasa Indonesia, ragam nonformal

TANYA :

Dok, saya mau tanya apa saja ciri -ciri awal orang yang mengidap penyakit jantung? Dan apakah nyeri pada dada seperti tertusuk merupakan tanda-tanda kalau kita punya penyakit jantung? Belakangan saya sering merasakan sakit pada dada, terlebih kalau saya keletihan bekerja, istirahat kurang juga pada saat cuaca dingin. Saya mohon bantuan penjelasannya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Hendra Susanto, 27, Jakarta



JAWAB :

Untuk bapak Hendra yang peduli kesehatan, ciri-ciri awal orang yang mengidap penyakit jantung sangatlah bervariasi, tergantung penyakit jantung apa yang dialami. Memang benar, nyeri dada seperti tertusuk bisa saja merupakan ciri penyakit jantung jika yang Anda maksudkan adalah serangan jantung koroner akut.

Tetapi tidak di semua tempat di area dada dapat dianggap sebagai serangan jantung akut. Tentunya ada tempat tertentu dan seringkali bukan hanya rasa seperti tertusuk. Bisa juga gejalanya disertai dengan rasa yang menjalar ke lengan, punggung, disertai keringat dingin, rasa berdebar-debar seperti tertekan benda berat dan beberapa gejala lainnya.

Pada penyakit jantung yang disebabkan gagal jantung tentunya cirinya berbeda, bahkan bisa jadi tidak ada nyeri dada sama sekali, dan dapat didominasi oleh rasa sesak napas, tidur tidak bisa terlentang, kaki bengkak, tidak kuat berjalan jauh dan masih banyak lagi.

Selain itu, masih banyak penyakit lain yang bisa saja bukan disebabkan gangguan jantung, tetapi memberikan gejala menyerupai penyakit jantung. Oleh sebab itulah, apa yang anda rasakan belum tentu disebabkan oleh gangguan jantung. Kemungkinan organ lainnya juga tak boleh dilupakan. Nyeri otot dada pun dapat menyebabkan gejala seperti itu.

Untuk mengetahui penyebab pasti, tentu harus ada evaluasi terlebih dahulu sebelum bisa mengatakan anda memiliki kelainan jantung. Saran saya, temui dokter yang anda percaya karena sebaiknya pemeriksaan kondisi Anda dilakukan menyeluruh.

Melihat usia anda yang masih muda, sangat jarang terjadi insiden serangan jantung atau gagal jantung. Tetapi bukan tidak mungkin apabila mempertimbangkan faktor gaya hidup dan perilaku yang tidak sehat. Saya tidak tahu bagaimana hidup anda selama ini, aktivitas sehari-hari yang bisa saja berpengaruh terhadap apa yang anda alami saat ini. Semoga saran saya dapat membantu.

TUGAS 2: BAHASA INDONESIA (SMSTR 6)

1. DATA PUBLIKASI


a. Judul : Pemerintah Didesak Evaluasi Densus 88

b. Penulis : Ary Wibowo | Nasru Alam Aziz

c. Penerbit : Kompas

d. Sumber : Kompas

e. Tanggal diterbitkan : 16 Mei 2011


2.RINGKASAN
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah agar mengevaluasi kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Desakan tersebut didasari atas peristiwa penggerebekan teroris di Sukoharjo, pada Sabtu (14/5/2011), yang menewaskan satu warga sipil, Nur Imam.

"Kita meragukan profesionalitas Densus 88 dalam melakukan assessment situasi dan kondisi di lapangan, ketika akhirnya warga sipil menjadi korban dalam penggerebekan tersebut," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar, Senin (16/5/2011) di Jakarta.

Dalam catatan Kontras, pendekatan keamanan dengan senjata api sering kali digunakan aparat Densus 88 sepanjang dua tahun terakhir. Setidaknya dari enam operasi antiterorisme dalam tahun 2010, 24 orang tewas tertembak oleh Densus 88, sembilan orang luka tembak, 420 orang ditangkap dan diproses hukum, dan 19 orang ditangkap tetapi akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aksi teror.

Memasuki bulan Mei 2011, tercatat empat kali operasi Densus 88, sebanyak empat orang tewas, 35 orang ditangkap, dan lima orang lainnya ditangkap tetapi kemudian dibebaskan. Dari operasi penindakan terorisme tersebut, menurut Kontras, pada umumnya korban meninggal dengan luka tembak pada sasaran yang mematikan, seperti kepala, dada, dan jantung. "Nah, data ini kemungkinan akan semakin membesar jumlahnya jika kita membuka praktik-praktik penyimpangan lainnya yang dilakukan Densus 88 pasca-Bom Bali," tutur Haris.

Haris menjelaskan, setiap aparat hukum, seperti Densus 88, memang memiliki kewenangan untuk menggunakan senjata api. Adapun kewenangan tersebut telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dan Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Namun, menurut Haris, kewenangan tersebut hanya boleh dilakukan ketika aparat kepolisian berada dalam kondisi genting dan terdesak sebagaimana sudah diisyaratkan dalam standard operating procedure (SOP) Polri. "Jadi hal ini harus menjadi tolok ukur setiap aparat Densus 88. Jangan sampai kewenangan khusus yang melekat pada institusi antiteror ini digunakan secara semena-mena," kata Haris.

Oleh karena itu, Kontras mengimbau agar pemerintah dan seluruh jajaran yang terkait untuk segera melakukan evaluasi program deradikalisasi. Selain itu, Haris mengharapkan agar Densus 88 lebih terbuka dengan praktik-praktik pengawasan evaluasi dan independen sehingga dapat menjamin prinsip akuntabilitas institusi Polri.

"Jadi jangan hanya memberi pembenaran atas nama politik keamanan dunia saja. Tetapi, publik Indonesia ini butuh lembaga penegak hukum yang profesional, tunduk kepada otoritas sipil, patuh terhadap prinsip-prinsip penegakan hak asasi manusia, dan mampu memberi rasa aman kepada setiap warganya," ungkapnya.

3. KELEBIHAN

Dalam artikel “Pemerintah Didesak Evaluasi DENSUS 88” ini, penulis terlihat cukup kritis dalam mengkritik pemerintah Indonesia dalam menangani masalah teror, karena makin banyak teror bom.

Penulis mampu membuat pembacanya berpikir kritis dan juga jeli dalam melihat hukum - hukum yang berdiri dan bagaimana tindakan pemerintah ketika menangani kasus tersebut.



4. PENDAPAT AKHIR/SARAN

Saya memiliki pendapat bahwa tulisan dari artikel Pemerintah didesak desus 88 ini cukup bagus, menarik untuk dibahas dan kritis.